Photobucket

Selasa, 14 Desember 2010

Wisata Sejarah Klenteng Hian Thian Siang Tee Welahan

0 komentar


Hian Thian Siang Tee Merupakan  sebuah nama yang diberikan untuk klenteng yang berada didesa Welahan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Dari pusat kota Jepara, jaraknya 24 km dan Klenteng ini sudah menjadi salah satu aset wisata sejarah di kabupaten Jepara. Klenteng menjadi pusat keramaian yang dihadiri oleh ratusan atau bahkan ribuan pengunjung dari daerah sekitar maupun luar daerah. Klenteng welahan merupakan simbol dari akulturasi budaya masyarakat keturunan tionghoa dengan masyarakat lokal. Keunikan dari klenteng adalah disamping menjadi tempat ritual golongan Kong hu chu, juga menjadi tempat tujuan orang yang beragama lain untuk mendapatkan berkah misalnya: di mudahkan risqi nya, mencari codoh, dll. Klenteng hian thian siang tee terdiri dari dua lokasi yaitu sebelah utara adalah tempat bersemayam dewa langit (Hian Thian Siang Tee) dan sebelah selatan bersemayam dewa bumi. Orang yang berkunjung di klenteng ini bukan saja masyarakat sekitar Jepara melainkan dari jawa maupun luar jawa. Bahkan pada tahun 1940-an orang Belanda seperti Regent Van Jepara dan asisten Resident Van Kudus juga pernah berkunjung ke klenteng welahan ini. Ada juga yang mengatakan bahwa klenteng ini merupakan klenteng tertua di Indonesia.

Sejarah Klenteng Hian Thian Siang Tee.

Klenteng Hian Thian Siang Tee pada awalnya dibangun sebagai tempat penyimpanan pusaka tiongkok. Namun, dalam perkembangannya Klenteng ini bertambah fungsi menjadi tempat untuk memuja roh, abu para leluhur dan memuja para dewa. Dalam bukunya "Zhuang Yan De Shi-Jie" atau dunia yang Khidmat, Prof. Ruan Changrui mengatakan: pemujaan roh adalah gejala peradaban yang paling umum dalam masyarakat manusia (dewa-dewi tridharma, :9-10).
Sekitar 300 tahun yang lalu, Klenteng Hian Thian Siang Tee dibangun oleh seorang ahli pengobatan dari daratan tiongkok yaitu Tan Siang Boe bersama dengan kakakny Tan Siang Djie. Sebelum Tan Siang Boe datang dan tiba di Welahan, saudara tuanya sudah mondok di rumah Liem Tjoe Tien. Dalam perjalanannya menuju indonesia Tan Siang Boe diberi tanda mata oleh seorang tasugagu yang ditolongnya.
beberapa waktu lamanya, Tan Siang Boe menetap dengan kakaknya di Welahan. Pada suatu hari beliau pergi bekerja ditempat lain daerah, mengingat keselamatan akan barang yang berisi pusaka kuno tersebut, maka Tan Siang Boe menitipkan barang tersebut kepada kakaknya. Oleh Tan Siang Djie barang tersebut dititipkan kepada Liem Tjoe Tien (sang pemilik rumah) yang selalu di simpan diatas loteng rumah yang didiaminya tanpa ada yang mengetahui barang pusaka apa yang ada didalamnya.
Selama dalam penyimpanan setiap tanggal tiga yaitu hari lahir "Sha Gwe" yakni hari Imlek Seng Tam Djiet dari Hian Thian Siang Tee, barang pusaka tersebut mengeluarkan daya gaib (cahaya api) seperti barang terbakar, sewaktu-waktu keluarlah ular naga dan kura-kura yang sangat menakjubkan. Karena kejadian itu, maka tan siang boe dipanggil kembali ke Welahan untuk membuka dan melihat isi barang pusaka kuno tiongkok itu. Setelah mengetahui isi barang pusaka itu orang-orang seisi rumah percaya bahwa pusaka kuno itu merupakan wasiat peninggalan dari Paduka Hian Thiang Siang Tee, maka dipujalah pusaka kuno tiongkok itu menurut adat leluhur. Untuk merawat dan melestarikan pusaka kuno tiongkok tersebut, maka Tan Siang Boe bersama kakaknya mendirikan tempat sembahyang yang disebut Klenteng. Menurut keterangan bahwa satu-satunya pusaka tiongkok yang pertama kali di indonesia yang dibawa oleh Tan Siang Boe, pusaka tersebut adalah yang dibawa dan tersimpan di Welahan, sehingga ada yang mengatakan bahwa keberadaan Klenteng di Welahan adalah yang tertua di Indonesia

Minggu, 12 Desember 2010

Panorama Alam Pantai Bandengan

0 komentar

Pantai Tirta Samudra Bandengan

Jepara merupakan sebuah kota yang terkenal akan ukiranya. Tapi di balik itu semua kota ukir ini mempunyai obyek wisata alam yang elok akan keindahannya, yaitu Pantai Tirta Samudra atau yang dikenal dengan Pantai Bandengan. Pantai ini berada di desa Bandengan tepatnya 5 km sebelah utara kota Jepara. Dulu Raden Ajeng Kartini semasa kecilnya juga sering berwisata ke Pantai Bandengan ini. Saat masih berusia remaja, Kartini dilahirkan dan dibesarkan di Jepara. Dalam catatan sejarah, pantai tersebut merupakan tempat yang menarik yang menjadi kenangan manis buat putri Bupati Jepara pada masa penjajahan Belanda dulu. Gadis yang lincah dengan pangilan Trinil ini semasa kecilnya sering sekali bermain ke pantai ini bersama bangsawan Hindia Belanda Yang menarik dari Pantai Tirta Samudra adalah hamparan pepohonan yang rimbun dan hijau disekitar pantai. Tentu ini yang membuat suasana pantai bandengan ini terasa begitu sejuk dan nyaman serta jernihnya air laut dan juga pasir putih dipesisir pantai bandengan ini seakan tak mau kalah dengan keindahan pantai-pantai di indonesia lainnya.
Selain itu anda juga dapat berkeliling pantai dengan menyewa perahu yang siap mengajak anda untuk berkeliling pantai dengan menyewa perahu yang siap mengajak anda berkeliling pantai untuk menikmati keindahan alam disekitarnya. Tak hanya itu saja, anda juga bisa mengunjungi sebuah pulau kecil ditengah laut dari pantai bandengan, pulau itulah adalah Pulau Panjang. Di pulau itu terdapat kekayaan alam serta dapat melihat Flora dan Fauna serta terumbu karangnya yang menarik.

Pasir Putih Pantai Bandengan

Jika kita sedang berwisata alam disebuah pantai kebanyakan yang mempunyai daya tarik bagi wisatawan adalah pasir putihnya. Tak mau kalah dengan pantai-pantai yang lain, di pantai bandengan ini anda dapat menikmati panorama pasir putih dan pantai yang jernih. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang memilik struktur pantai yang landai dan air yg jernih nan bersih. Ini cocok sekali untuk menjadi tempat wisata pantai, misalnya berenang, bermain volly pantai atau hanya sekedar berkeliling di pinggir pantai. Apalagi dengan membawa seorang pujaan hati, sungguh pemandangan pantai yang menambah keromantisan.

Keindahan Sunset di Pantai Bandengan

Setelah menikmati kekayaan alam dipantai tirto samudra serta berbagai permainan yang menyenangkan seperti berenang, bermain volley pantai di hamparan pasir putih dan berkeliling pantai dengan naik perahu hingga melelahkan. Saat menjelang senja tiba rasa lelah itu akan terobati dengan menikmati sebuah pertunjukan alam yang begitu memukau di Panta Tirto Samudra ini. Ini merupakan sebuah pertunjukan alam yang sangat menakjubkan, pertunjukan itu adalah proses terbenamnya matahari atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Sunset”. Anda dapat mengagumi keindahan matahari saat menuju perhentiannya di senja hari serta dapat menikmati pantulan cahaya matahari yang meredup terlihat di permukaan air laut dengan alunan irama ombak yang tenang. Momen saat-saat seperti ini sangat cocok sekali bila berduaan dengan sang pujaan hati sambil bersandar di gazebo dipesisir pantai. Anda juga dapat menikmati panorama matahari terbenam ini sambil menikmati hidangan yang disajikan direstoran yang ada dibibir pantai. Banyak restoran – restoran yang menyediakan makanan laut, salah satu restoran yang terkenal dipantai bandengan ini adalah Sunset Beach Restorant yang pemiliknya dari warga Italia. Disini anda bisa menikmati Pizza, Sea Food, dan Makanan Indonesia

Wisata Religi Situs Mantingan Jepara

0 komentar
Masjid Mantingan Jepara.
Situs Mantingan terdiri atas sebuah bangunan Masjid dan kompleks Makam yang Arsitekturnya sangat berbeda dengan arsitektur Masjid dan Makam Islam pada umumnya. Situs ini terletak 5 KM arah Selatan dari pusat Kota Jepara, tepatnnya di Desa Mantingan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Sebuah bangunan yang menyimpan peninggalan kuno Islam dan menjadi salah satu asset Wisata Religi dan Sejarah di Jepara, Di mana di sana berdiri megah Sebuah Masjid yng di bangun Oleh seorang Islamik yaitu pangeran Hadlirin suami Ratu Kalinyamat yang di jadikan sebagai Pusat aktivitas penyebaran Agama Islam di pesisir Utara Pulau Jawa dan merupakan Masjid ke dua setelah Masjid Agung Demak, selain itu keberadaan situs ini tidak dapat di lepaskan dengan sejarah Kota Jepara yang berkuasa pada Tehun 1536-1549. Setelah beliau wafat kemudian di gantikan oleh Istrinya yaitu Ratu Kalinyamat Dalam Kurun Waktu 1549-1579.Di atas telah di sebutkan bahwa masjid mantingan merupakan masjid kuno kedua setelah Masjid Agung Demak, yang di bangun pada Tahun 1481 Saka atau Tahun 1559 Masehi. Berdasarkan dari CONDRO SENGKOLO yang terukir pada sebuah Mighrab Masjid Mantingan berbunyi "RUPA BRAHMANA WANASARI" oleh R. Muhayat Syeh Sultan Aceh yang bernama R. Tohyib. Pada awalnya R. Thoyib yang di lahirkan Di Aceh ini menimba Ilmu ke Tanah Suci dan Negeri Cina (Campa) Untuk berda'wah Islamiyahnya, Dan karma kemampuan dan kepandaiannya beliau pindah Ke Tanah Jawa (Jepara) Raden Thoyib Menikah Dengan Ratu Kalinyamat (Retno Kencono) Putri Sultan Trenggono Sultan Kerajaan Demak Saat itu, yang akhirnya beliau mendapat Gelar "Sultan Hadlirin" dan sekaligus di nobatkan sebagai Adipati Jepara (Penguasa Jepara), Sampai Wafat dan di makamkan di Situs Mantingan Jepara. Di makam inilah Pangeran Hadlirin (Sunan Mantingan), Ratu Kalinyamat, Patih Sungging Badarduwung Seorang pati keturunan Cina yang menjadi kerabat Sultan Hadlirin bernama CIE GWI GWAN dan sahabat lainya di semayamkan.

Keberadaan Dan Kegunaan Situs Mantingan Dari awal Di Bangun Sampai Sekarang.
Situs Mantingan khususnya pada makam Manitingan sampai sekarang masih di anggap sakral dan mempunyai tuah bagi masyarakat Jepara dan sekitarnya. Makam yang selalu ramai di kunjungi pada saat "Khool" untuk memperingati wafatnya Sunan Mantingan berikut upacara "Ganti Luwur" atau (Ganti Kelambu) ini di selenggarakan setiap satu tahun sekali pada tanggal 17 Robiul Awal atau 9 April (Sehari sebelum peringatan Hari Jadi Kota Jepa). Adapun kepercayaan lain seperti Buah Pace di sekitar Makam yang mana bila di Konsumsi pasangan yang belum punya keturunan maka atas izin Allah pasangan tersebut akan segera di keruniai keturunan dan masih ada banyak keunikan- keunikan lain.


Situs Mantingan sendiri berada sangat strategis dan nyaman, setelah Kami mendapatkan data dari Juru Kunci Situs Mantingan berawal dengan berdirinya pesanggrahan Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, di mantingan pesanggrahan ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan sekaligus tempat menyepi atau tirakat guna mendekatkan diri kepada Tuhan yang di lengkapi dengan sebuah Masjid, oleh sebab itu masyarakat sekitar masjid itu kemudian di kenal dengan sebutan Masjid Mantingan dari tataran tutur masyarakat Mantingan di peroleh data pula bahwa pesanggrahan ini dulunya juga di gunakan oleh Sunan Mantingan untuk mengurusi kepentingan- kepentingan tertentu terutama kaitanya dengan penyebaran Agama Islam di Jepara hal ini di kaitkan dengan arti kata mantingan itu sendiri yang berarti pementingan.


sumber (Bpk Ali Syafi'i)

Sabtu, 11 Desember 2010

Sejarah Budaya Jepara Ratu Kalinyamat

0 komentar
Ratu Kalinyamat adalah putri Sultan Trenggono cucu dari Raden Patah yaitu Sultan Demak yang pertama. Nama aslinya masih menjadi perdebatan bahkan sampai sekarang belum terbukti kebenarannya, ada yang menyebutnya Ratu Arya Jepara, Ratu Kencana dan Raden Ayu Wuryani. Nama-nama tersebut di dasarkan pada penarikan nama dari silsilah da Raden Patah. Salah satu perkawinan Raden Patah yaitu dengan Puteri Cina, di anugerahi enam putra antara lain:

1. Ratu Mas,

2. Pangeran Sabrang Lor,

3. Pangeran Sedo Ing Lepen (Pangeran Sekar),

4. Pangeran Trenggono,

5. Raden Kaduruwan, dan

6. RadenPamekas
Setelah Raden Patah meninggal, Sultan Demak yang pertama digantikan oleh putranya yaitu Pangeran Sabrang Lor tetapi selang beberapa tahun Pangeran Sabrang Lor wafat. Sehingga tahta kerajaan yang seharusnya diserahkan kepada Pangeran Sedo Ing Lepen tetapi tahta kerajaan kemudian diserahkan kepada Sultan Trenggono. Hal ini di karenakan Pangeran Sedo Ing Lepen dibunuh oleh Sunan Prawoto.
Setelah penobatan Raden Thoyib bergelar Sultan Hadlirin menjadi Adipati Jepara, yang sekaligus merupakan pengampu dari putra mahkota Arya Panggiri, di karenakan putra mahkota belum dewasa. Penobatan Raden Thoyib tersebut kira-kira terjadi pada tahun 1536, dan tetap menjadikan Kalinyamat sebagai pusat pemerintahan di Kadipaten Jepara. Kekuasaan meliputi negeri Jepara, Pati, Rembang dan Juwana. Sementara itu Ratu Kalinyamat yang merupkan istri dari Raden Thoyib, setelah penobatan suaminyatersebut Ratu kalinyamat dalam bernegaraan lebih bersifat pendamping saja. Hampir semua urusan yang menyangkut pemerintahan diserahkan sepenuhnya kepada suaminya. Bahkan Patih Cie Wie Gwan, bekas ayah angkatnya di Tiongkok di undang dari tiongkok dan kemudian diangkat menjadi patih kerajaan, guna membantu pemerintahan Sultan Hadlirin.Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin pembangunan kerajaan mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang antara lain agama Islam, ekonomi perdagangan, sosial dan kebudayaan terutama seni ukir, pertahanan dan keamanan. Dalam menjalankan pemerintahannya di pusatkan di Kalinyamat sedangkan untuk tempat pesanggrahan atau peristirahatan dan pertapaan berada di desa Mantingan yang sekarang menjadi makam Ratu Kalinyamat dan keluarganya.Pesanggrahan di Desa Mantingan selalu dikunjungi oleh Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat apabila terdapat suatu masalah atau kepentingan. Desa Mantingan berasal dari kata pemantingan atau pementing yang artinya tempat yang sangat penting. Namun dari beberapa sumber dijelaskan Mantingan berasal dari kata Manting yang artinya pohon “Manting” atau “Salam”, tempat ini selalu dikunjungi oleh Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin serta Sunan Kalijaga.Agar pesanggrahan ini dapat dijadikan sebagai tempat peristirahatan maka dilengkapi dengan bangunan masjid. Dalam pembangunan masjid berbagai ornament dipercayakan kepada ayah angkatnya yang bernama Patih Cie Wie Gwan, yang memang memiliki keahlihan mengukir batu. Patih Cie Wie Gwan disuruh oleh Sultan Hadlirin untuk mencari ornament ukir-ukiran dari Tiongkok tetapi yang dibawa bukan ukir-ukiran melainkan hanya batu-batu putih. Batu-batu putih tersebut akhirnya diukir oleh masyarakat Desa Mantingan atas perintah dan bimbingan dari Patih Cie Wie Gwan. Dari keahlian sang Patih inilah maka diberi gelar “patih Sungging Badar Duwung” apabila diartikan sungging berarti ‘memahat” Badar berarti “batu’ ata “akik” sedangkan Duwung berarti “Tajam’ atau dalam bahasa Jawa berarti “Keris”. Sehingga keahlian mengukir ini sampai sekarang dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat desa Mantingan dan Industri mebel.Pembangunan masjid Mantingan ini ditandai dengan Cadrasengkala yang berbunyi “Rupa Brahmana Warna Sari” yang nilainya : “Rupa = 8, Brahmana = 4, Warna = 7 dan Sari = 1” jadi apabila dibalik menjadi 1748. Waktu ini menunjukkan masa pemerintahan Ratu Kalinyamat.
Setelah lama menikah Sultan Hadlirin dengan Ratu Kalinyamat belum dikaruniai putra sehingga menimbulkan kegelisahan. Usaha yang dilakukan yaitu mengambil putra angkat dari Sultan Hasanuddin Banten bernama Dewi Wuryan Retnowati, tetapi tidak lama kemudian meninggal dunia. Usaha Ratu Kalinyamat dan Pangeran Hadliri untuk tetap berkeinginan memiliki putra terus dilaksanakan demi kelangsungan keturunannya sehingga sang Ratu Kalinyamat menyuruh Sultan Hadliri menikah lagi. Ratu Kalinyamat rela dimadu dan demi untuk mendapatkan penerus kerajaan. Konon untuk mengurus perkawinan ini dilakukan oleh Ratu Kalinyamat sendiri dengan menjodohkannya pada Raden Ayu Probodinabar putri dari Kanjeng Sunan Kudus.Ini berarti selain perkawinan yang didasari oleh keinginan mendapatkan keturunan juga didasari perkawinan politik yaitu menguatkan kedudukan Sultan Hadlirin yang merupakan perpaduan dari dua kekuasaan besar.
Ketika di Demak terjadi krisis perebutan kekuasaan terjadilah serangkaian pembunuhan yang dilakukan oleh Sunan Prawoto, putra dari Sultan Trenggono terhadap “Pangeran Sekar” (Pangeran Sedo Ing Lepen) kakak kandung dari Sultan Trenggono. Oleh karena itu, yang diangkat sebagai sultan adalah Sultan Trenggono. Setelah Sultan Trenggono wafat kemudian Sunan Prawoto naik tahta menggantikan ayahandanya tetapi dalam waktu yang tidak lama kemudian Sultan Prawoto dibunuh oleh Arya Penangsang melalui tangan abdinya yang bernama Rungkut.Setelah Sunan Prawoto wafat, atas prakarsa mayoritas wali Sembilan diserahkan kepada menantu sultan Trenggono yang bernama Maskarebet atau Joko Tingkir. Setelah dinobatkan menjadi raja Demak Bintoro ia bergelar Sultan Hadiwijaya. Sultan Hadiwijaya kemudian memindahkan pusat kerajaanya dari Demak Bintoro ke Pajang pada tahun 1568 M yaitu daerah Tingkir tempat kelahirannya (di dekat Boyolali).
Tujuan memindahkan pusat kerajaan dari Demak Bintoro ke Pajang yaitu mendekati para pendukungnya di Tingkir serta menjauhi lawan-lawan politiknya. Joko Tingkir menjadi raja pertama dari kerajaan Pajang ini. Kedudukannya disahkan oleh Sunan Giri (seorang dari wali 9), dan segera mendapat pengakuan dari adipati-adipati di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Untuk menghindari munculnya gejolak pasca penobatan Joko Tingkir sebagai sultan, di Demak Bintoro maka diangkatlah Arya Panggiri menjadi Adipati di Demak Bintoro / raja kecil namun umurnya masih terlalu muda sehingga dia menjadi “ Yuda Raja” / raja muda dan sebagai wali rajanya adalah Sultan Hadlirin yang berkedudukan di Jepara. Sultan Hadlirin kemudian memboyong kedua adiknya yaitu Rr. Ayu Semangkin dan Rr. Ayu Prihatin beserta harta kekayaan Kerajaan Demak.
Setelah tuntutan pengadilan atas terbunuhnya Sunan Prawoto tidak dikabulkan bahkan mendapatkan jawaban yang mengecewakan maka Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat segera undur diri bahkan tidak berpamitan dengan membawa perasaan kecewa. Sepulang dari pendopo “ndalem Sunan Kudus” Pangeran Hadlirin dan Ratu Kalinyamat dihadang oleh para Sorengpati-Sorengpati (Brutus / pembunuh bayaran) dan akhirnya Sultan Hadlirin di keroyok hingga terluka parah dan jiwanya tidak tertolong. Setelah terluka parah para ”abdi dalem” menyelamatkan jiwa Sultan Hadlirin dengan memapah/menandu untuk dibawa pulang ke kerajaan Kalinyamatan. Peristiwa itu berlangsung pada senja hari menjelang matahari terbenam (Jawa: ‘surup”).Peristiwa ini dijadikan sebagai momentum pemberian nama-nama desa yang dilalui oleh Sultan Hadlirin berdasarkan keadaan jasatnya seperti: Desa Damara yang berasal dari kata dammar “thing, uplik” / lampu teplok. Pada waktu itu telah banyak orang yang menghidupkan ‘damar”, sehingga disabda besok rejaning jaman desa ini akan diberi nama desa Damaran. Perjalanan dilakukan ke arah barat. Keadaan Sultan Hadlirin lukanya menganga dan mengeluarkan darah segar sehingga becek / “jember” sehingga disabda kelak akan menjadi desa Jember.Sultan Hadlirin dibawa atau ditandu ke arah barat keadaan lukanya semakinj parah berjalannya ‘merambat-rambat” sehingga diberi nama desa Perambatan. Dari kata “merambat”. Perjalanan terus dilanjutkan kea rah barat, kondisi fisik Sultan Hadlirin semakin kritis darah mengalir kesekujur tubuh. Para abdi dalem berusaha untuk membersihkan darah yang membasah disekujur tubuhnya agar bersih maka sesampainya di sebuah sungai berhenti sejenak untuk membasuh luka dan darah tersebut. Para abdi dalem merasa terpana setelah darah dan luka-lukanya dibersihkan karena air sungai berubah menjadi “wungu” sehingga disabda kelak menjadi desa Kaliwungu. Para abdi dalem yang memapah / menandu telah kepayahan sehingga sempoyongan maka di sabdanya kelak nanti “rejane jaman” menjadi desa Mayong. Dari kata sempoyongan sehingga menjadi Mayong. Perjalanan terus dilanjutkan namun suasana cuaca yang tidak bersahabat hujan dan angin turun lebat sehingga abdi dalem yang memapah / menandu terjatuh dan jasad Sultan Hadlirin jatuh di sungai dan hanyut menyangkut dikaki sebuah jembatan sehingga disabda kelak pada saat ramainya jaman akan menjadi Desa Karasak. Karasak berasal dari kata krasak-krasak jasad Sultan Hadlirin yang tersangkut di kaki jembatan airnya berbunyi krasak-krasak.Perjalanan terus dilanjutkan hingga sampai di istana Kalinyamatan dan jasad Sultan Hadlirin dikebumikan di Desa Mantingan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara.Atas dasar peristiwa tersebut maka masyarakat desa yang berada disepanjang jalan Jepara mulai dari desa Damaran yang dilalui pertama kali oleh Sultan Hadlirin hingga desa Krasak masyarakatnya setiap tanggal 15 Ruah mengadakan tradisi Baro’atan yang maksud dan tujuannya adalah untuk mengenang, menghormati wafatnya Sultan Hadlirin dan memperingati hari jadi dari masing-masing desa tersebut dengan mengadakan selamatan / kenduri bersama dengan hidangannya yaitu nasi ambengan dan dilengkapi dengan juwadah puli yang ditaburu parutan kelapa serta apem di musolla-musolla, masji-masjid dan di balai desa-balai desa derta pemanjaran uplik di depan rumah-rumah penduduk. Selain itu juga untuk memeriahkan suasana diadakan pawai obor/oncor yang dilanjutkan tirakatan. Untuk memeriahkan suasana itu di Pasar Mayong diadakan pameran mobil-mobilan dari kertas dengan berbagai bentuk selama satu minggu.
Meninggalnya Sultan Hadlirin dan Sultan Prawoto membuat kepedihan yang mendalam dan kekalutan luar biasa dari Ratu Kalinyamat sehingga dia bersumpah akan mengadakan “Tapa Ngrawe” di Gunung Donoroso. Tapa Ngrawe artinya bertapa tanpa sehelai / selembar kainpun atau bertapa dengan tanpa memakai panji-panji / simbul kerajaan (meninggalkan segala bentuk kemewahan duniawi). Sumpah ini dilakukan sebagai bentuk protes dan meminta pengadilan dari Tuhan atas meninggalnya kedua orang yang sangat dicintainya. Pertapaannya ini tidak dapat diakhiri sebelum keramas darah, dan membersihkan / mengkesetkan telapak kakinya “dijambul” / rambut kepala Arya Penangsang sebagai balas dendam atas kematian Sultan Hadlirin dan Sultan Prawoto. Selain itu Ratu Kalinyamat juga bersayembara barang siapa yang dapat mengalahkan Arya Penangsang kalau perempuan akan diakui sebagai saudara “sinoro wedi” bila laki-laki akan diberikan kedua putera angkatnya yang bernama Rr. Ayu Semangkin dan Rr. Ayu Prihatin. Tindakan ini membingungkan Sultan Hadiwijaya yaitu kakak ipar dari Ratu Kalinyamat karena meninggalkan keraton sehingga Sultan Hadiwijaya berusaha untuk menemukan Sang Ratu. Akhirnya Sultan Hadiwijaya menemukan tempat pertapaannya dan meminta Ratu Kalinyamat pulang ke keraton tetapi menolak dan bersumpah sebelum berhasil membalaskan kematian dari kakak dan suaminya belum mau meninggalkan tempat pertapaannya. Dari perkataan tersebut Sultan Hadiwijaya berjanji akan berusaha untuk mewujudkan keinginan sang Ratu. Kemudian Sultan Hadiwijaya mengadakan pertemuan yang diikuti oleh Ki Panjiwa, Ki Pamanahan dan Ki Juru Mertani (Murid Sunan Kalijaga) dari pertemuan ini menghasilkan suatu kesepakatan serta mengatur strategi untuk menghadapi Arya Penangsang. Sultan Hadiwijaya mengadakan pengumuman yang isinya barang siapa yang dapat mengalahkan Arya Penangsang maka akan diberi hadiah bumi Pati dan Alas Mentaok (Mataram). Akhirnya sang putra angkat bernama “Sutawijaya” menyanggupi dan menjadi senapati perang ketika baru berumur 16 tahun.Untuk menghadapi Arya Penangsang maka diatur strategi yaitu dengan menantang Arya Penangsang melalui sepucuk surat yang diberikan oleh pekatik / juru pencari rumput dengan memotong telinganya. Telinga tersebut kemudian digantili dengan surat tantangan.Tukang pekatik Arya Penangsang dengan mengerang-ngerang kesakitan dan akhirnya mengadukan perihal surat tantangan ini bersama Patih Mataun. Dalam surat tantangan itu berbunyi “Hai apabila engkau seorang laki-laki sejati, ayo berperang-tanding. Jangan membawa wadya bala tentara, menyeberanglah di barat seberang sungai Bengawan Sore Caket, aku tunggu di situ”. Karena merasa mendapatkan tantangan maka Arya Penangsang mukanya merah padam meja didepannya ditendang hingga pecah berkeping-keping, sementara piring dan mangkok berhamburan kesana kemari, lalu berdiri dan menaiki kuda “Gagak Rimang” dengan membawa tombak “Dandang Mungsuh”. Sedangkan Sutawijaya sudah menunggu diseberang Kali Bengawan Sore Caket beserta 200 prajurit. Karena Kuda Gagak Rimang kuda jantan maka Sutawijaya menaiki kuda betina dengan warna putih bersih yang akhirnya Kuda Gagak Rimang menjadi binal dan naik birahinya sehingga mengejar Kuda Sutawijaya. Arya Penangsang tidak begitu menanggapi tantangan Sutawijaya bahkan memaki-makinya, “Hai Sutowijoyo, engkau anak kecil bukan tandinganku !”. mana Hadiwijoyo…manaa… akan kupenggal kepalanya. Pada kesempatan inilah Sutawijaya menggunakan kelengahan Arya Penangsang dengan melepaskan tombak Kyai Pleret ke arah perutnya.Arya Penangsang yang sakti mandraguna terluka, usunya terburai keluar kemudian mengalungkan usunya digagang kerisnya yang bernama “Brongot Setan Kober” sambil menantang “Hai Sutowijoyo engkau anak kecil bukan tandinganku, mana Hadiwijono…! Mana… Hadiwijoyo. Sutowijoyo mengetahui setelah Arya Penangsang terluka maka menjauhlah kudanya dan sambil meledek dan menantangnya, karena merasa diledek dan ditantang emosinya tidak terkontrol akhirnya Keris Brongot Setan Kober dihunus dari warangkanya dan mengenai ususnya sendiri hingga akhirnya Arya Penangsang Tewas. Kematian Arya Penangsang tewas disampaikan oleh Sultan Hadiwijaya kepada Ratu Kalinyamat. Sejak saat itu Ratu Kalinyamat mengakhiri masa pertapaannya dan berkemas kembali ke istana kerajaan. Sejak sekembalinya Ratu Kalinyamat, Keraton Kalinyamatan kembali di urus oleh Sang ratu sampai akhir hayatnya. Dan disemayamkan di samping suaminya. Konon cerita mistim makam ratu kalinyamat sebagai makam mempercepat jodoh.
Sumber (id.wikipedia.org)

Sejarah Singkat Kota Jepara

0 komentar
Jauh sebelum adanya kerajaan-kerajaan ditanah jawa. Diujung sebelah utara pulau Jawa sudah ada sekelompok penduduk yang diyakini orang-orang itu berasal dari daerah Yunnan Selatan yang kala itu melakukan migrasi ke arah selatan. Jepara saat itu masih terpisah oleh selat Juwana. Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah.


Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas.
Menurut seorang penulis Portugis bernama Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”, Jepara baru dikenal pada abad ke-XV (1470 M) sebagai bandar perdagangan yang kecil yang baru dihuni oleh 90-100 orang dan dipimpin oleh Aryo Timur dan berada dibawah pemerintahan Demak. Kemudian Aryo Timur digantikan oleh putranya yang bernama Pati Unus (1507-1521). Pati Unus mencoba untuk membangun Jepara menjadi kota niaga.

Pati Unus dikenal sangat gigih melawan penjajahan Portugis di Malaka yang menjadi mata rantai perdagangan nusantara. Setelah Pati Unus wafat digantikan oleh ipar Faletehan /Fatahillah yang berkuasa (1521-1536). Kemudian pada tahun 1536 oleh penguasa Demak yaitu Sultan Trenggono, Jepara diserahkan kepada anak dan menantunya yaitu Ratu Retno Kencono dan Pangeran Hadirin, suaminya. Namun setelah tewasnya Sultan Trenggono dalam Ekspedisi Militer di Panarukan Jawa Timur pada tahun 1546, timbulnya geger perebutan tahta kerajaan Demak yang berakhir dengan tewasnya Pangeran Hadiri oleh Aryo Penangsang pada tahun 1549.
Kematian orang-orang yang dikasihi membuat Ratu Retno Kencono sangat berduka dan meninggalkan kehidupan istana untuk bertapa di bukit Danaraja. Setelah terbunuhnya Aryo Penangsang oleh Sutowijoyo, Ratu Retno Kencono bersedia turun dari pertapaan dan dilantik menjadi penguasa Jepara dengan gelar NIMAS RATU KALINYAMAT. Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat (1549-1579), Jepara berkembang pesat menjadi Bandar Niaga utama di Pulau Jawa, yang melayani eksport import. Disamping itu juga menjadi Pangkalan Angkatan Laut yang telah dirintis sejak masa Kerajaan Demak.
Sebagai seorang penguasa Jepara, yang gemah ripah loh jinawi karena keberadaan Jepara kala itu sebagai Bandar Niaga yang ramai, Ratu Kalinyamat dikenal mempunyai jiwa patriotisme anti penjajahan. Hal ini dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Adalah tidak berlebihan jika orang Portugis saat itu menyebut sang Ratu sebagai “RAINHA DE JEPARA”SENORA DE RICA”, yang artinya Raja Jepara seorang wanita yang sangat berkuasa dan kaya raya. Serangan sang Ratu yang gagah berani ini melibatkan hamper 40 buah kapal yang berisikan lebih kurang 5.000 orang prajurit. Namun serangan ini gagal, ketika prajurit Kalinyamat ini melakukan serangan darat dalam upaya mengepung benteng pertahanan Portugis di Malaka, tentara Portugis dengan persenjataan lengkap berhasil mematahkan kepungan tentara Kalinyamat. Namun semangat Patriotisme sang Ratu tidak pernah luntur dan gentar menghadapi penjajah bangsa Portugis, yang di abad 16 itu sedang dalam puncak kejayaan dan diakui sebagai bangsa pemberani di Dunia.
Dua puluh empat tahun kemudian atau tepatnya Oktober 1574, sang Ratu Kalinyamat mengirimkan armada militernya yang lebih besar di Malaka. Ekspedisi militer kedua ini melibatkan 300 buah kapal diantaranya 80 buah kapal jung besar berawak 15.000 orang prajurit pilihan. Pengiriman armada militer kedua ini di pimpin oleh panglima terpenting dalam kerajaan yang disebut orang Portugis sebagai “QUILIMO”. Walaupun akhirnya perang kedua ini yang berlangsung berbulan-bulan tentara Kalinyamat juga tidak berhasil mengusir Portugis dari Malaka, namun telah membuat Portugis takut dan jera berhadapan dengan Raja Jepara ini, terbukti dengan bebasnya Pulau Jawa dari Penjajahan Portugis di abad 16 itu.
Sebagai peninggalan sejarah dari perang besar antara Jepara dan Portugis, sampai sekarang masih terdapat di Malaka komplek kuburan yang di sebut sebagai Makam Tentara Jawa. Selain itu tokoh Ratu Kalinyamat ini juga sangat berjasa dalam membudayakan SENI UKIR yang sekarang ini jadi andalan utama ekonomi Jepara yaitu perpaduan seni ukir Majapahit dengan seni ukir Patih Badarduwung yang berasal dari Negeri Cina.
Menurut catatan sejarah Ratu Kalinyamat wafat pada tahun 1579 dan dimakamkan di desa Mantingan Jepara, di sebelah makam suaminya Pangeran Hadiri. Mengacu pada semua aspek positif yang telah dibuktikan oleh Ratu Kalinyamat sehingga Jepara menjadi negeri yang makmur, kuat dan mashur maka penetapan Hari Jadi Jepara yang mengambil waktu beliau dinobatkan sebagai penguasa Jepara atau yang bertepatan dengan tanggal 10 April 1549 ini telah ditandai dengan Candra Sengkala TRUS KARYA TATANING BUMI atau terus bekerja keras membangun daerah.


Sumber : Dinas Pariwisata Kab.Jepara
               http://google.com

Makna Bentuk Lambang Kabupaten Jepara

0 komentar
Lambang Kab. Jepara

Lambang daerah Kabupaten Jepara Berbentuk “PERISAI BERSUDUT LIMA” dan BERISIKAN LUKISAN

Makna Bentuk dan Motif-Motif Dalam Lambang :

a) PERISAI BERSUDUT LIMA
Melambangkan perjuangan dan perlindungan
b) GUNUNG
Melambangkan kesauntasaan serta ketenangan dan merupakan salah satu sumber kesuburan
c) BINTANG BERSUDUT LIMA
Melambangkan kepercayaan kepada tuhan yang maha esa, sesuai dengan sila 1 dari pancasila
d) MENARA
Melambangkan sebagian besar penduduk kab. Jepara yang memeluk agama islam
e) POHON BERINGIN
Melambangkan pengayoman dan persatuan, sedangkan sulur 4 akar 5 mengandung arti angka 45
f) UKIR-UKIRAN RELUNG MOTIF JEPARA ASLI
Melambangkan hasil seni kerajinan yang spesifik, penuh kreasi, dan terkenal sampai ke luar negeri
g) PADI
Melambangkan kemakmuran dalam bidang pangan, berbiji 17 mengandung arti angka 17
h) KAPOK
Melambangkan produksi daerah yang terkenal tinggi kualitasnya dipasaran dunia. Sedangkan jumlah 8 buah berarti angka bulan ke 8
i) PERPADUAN ANTARA BULIR PADI BERBIJI 17, KAPOK 8 BUAH DAN SULUR 4 SERTA AKAR 5
Merupakan rangkaian angka-angka yang mewujudkan saat bersejarah hari proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945
j) BUNGA MELATI DIIKAT PITA MERAH
Melambangkan perjuangan dan kemajuan wanita serta menunjukan tempat kelahiran pahlawan nasional R.A Kartini
k) TANAH DATAR
Melambangkan kesuburan daerah, merupakan potensi pertanian dan perkebunan untuk kemakmuran
l) LAUT
Melambangkan kebebasan, mengandung kekayaan alam yang melimpah rupah sebagai sumber mata pencaharian utama bagi para nelayan
m) PERPADUAN ANTARA LANGIT, GUNUNG, TANAH DARATAN DAN LAUT
Menggambarkan kekayaan alam didaerah sebagai sumber kehidupan dan penghidupan rakyat

Alat Penghemat BBM (bensin)

0 komentar
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak dunia yang kaya akan mineral, bahan tambang ataupun flora fauna. Di dukung lagi dengan luasnya wilayah perairan sehingga banyak kepulauan Indonesia yang diakui oleh negara tetangga. Dalam realita di lapangan, kekayaan mineral dan bahan tambang ini belum di dukung dengan sumber daya manusia yang memadai. Dalam mengolah bahan tambang kita masih banyak mengandalkan tenaga luar. Indonesia belum biasa mengolah sendiri hasil minyak mentah di negara kita sendiri sehingga kelangkaan dan makin mahalnya bahan bakar telah melanda Indonesia. Nah untuk mengatasi krisis BBM khususnya bensin, saya dan teman saya membuat sebuah alat sederhana yang dapat menghemat bensin dengan metode elektrolisis.

Persiapan kerja :
Sediakan : Reservoir tank, Kabel 4 meter, Selang rem dan vaccum, stainless steel,Lem besi,Lem sealer

Perangkaian Alat :










pada reserv
oir tank diberi elemen pemanas yang terbuat dari stainless kemudian di lem besi dan lem sealer supaya tidak ada kebocoran pada reservoir tank, setelah itu dipasang kabel lalu di solder agar lebih kuat dan tidak lepas.









pada tabung Reservoir tank di lubangi dan tutupnya pun juga di lubangi, kemudian diberi selang pembungan dan selang untuk angin-angin lalu di lem besi dan lem sealer supaya tidak ada kebocoran.








lubangi tutup pipa paralon pada bagian atas dan pada bagian samping. Kemudian pasang tutup pada pipa paralon yang sudah di lem sealer. Kemudian Lilitkan selang rem mobil pada knalpot dengan rapi dan di beri selang pembuang menuju intake manifold.

Proses Pemasangan Pada kendaraan :












  1. hubungkan kabel positif dari reservoir tank ke swich kunci kontak, kemudian hubungkan kabel negatif dari reservoir tank ke body motor atau kutub negatif pada accu
  2. menghubungkan selang dari reservoir tank ke sulingan
  3. menghubungkan selang dari sulingan menuju ke selang rem yang telah dililitkan pada kenalpot.
  4. menghubungkan selang dari lilitan selang rem pada knalpot menuju ke intake manifold.


CATATAN :
Plat untuk anoda dan katoda berbahan stailess steel. Karena stainless steel merupakan merupakan grade yang paling tahan terhadap korosi kimia.
Electroda positive(+) dan Electroda negative(-) hanya berdekatan tidak saling menyentuh atau berhubungan.
Dari hasil uji penelitian pada kendaraan sepeda motor merk Jupiter Z tahun 2007 dengan konsumsi bahan bakar 1,5 liter pada kecepatan rata rata 60 – 70 km/jam dapat menempuh jarak 67,5 km. Padahal dengan menggunakan motor standart pabrik 45 km, berarti keuntungan dari pengaplikasian alat ini adalah 50 %.
Team peneliti : Ahmad Hisyam, Eko Nurcahyono dan Dicky A.



Jumat, 10 Desember 2010

Jambore Teknologi 2010 + Perakitan 1000 Laptop siswa SMK

0 komentar
Jambore Teknologi 2010 salah satu agenda terbesar yang dilaksanakan guna memperingati hari jadi Provinsi Jawa Tengah yang Ke-60 tahun. Acara yang bertemakan “Teknologi bagi Generasi Masa Depan yang Kreatif, Inovatif dan Produktif” ini berlangsung di kompleks Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Jateng pada tanggal 30 – 1 Agustus 2010. Agenda seperti ini diharapkan mampu menjadi tolak ukur kreativitas, khususnya dari kalangan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dan merupakan ajang Ekspo Produk dan Kompetensi SMK serta sebagai Promosi dan Pameran Pendidikan SMK seluruh Jawa Tengah. Jambore yang berlangsung 3 hari ini di buka Gubernur Jateng Bibit Waluyo.

Penataan ruangan pameranpun di buat semegah mungkin untuk menarik perhatian dari pengunjung serta berbagai property berukuran kecil yang dipasang di stan-stan yang ada semakin menambah keindahan ruangan pameran bale dan sasana kompleks PRPP. Jambore Teknologi pertama ini diikuti 34 stand dari berbagai unsure seperti sekolah, instansi, pemerintah, swasta, PTN dan PTS, dari 34 stand tersebut diantaranya adalah SMK N 1 Jepara dari Program Agribisnis Perikanan dan SMK N 2 Jepara dari Teknik Ukir, serta produksi ternama di Jepara yaitu Tenun Troso. Pada ajang Jambore Teknologi 2010 ini SMK yang berpartisipasi sebanyak 367 sekolah dari jumlah total 1.102 smk di jateng baik negri maupun swasta
. Salah satu sesi acara yang menjadi perhatian dari ajang Jambore Teknologi 2010 ditandai dengan pamer Perakitan 1000 Laptop di depan gubernur Jateng yang diikuti 200 siswa SMK dan merupakan kali pertama di Indonesia yang dijadikan pencetakan rekor muri merakit 1000 laptop secara bersamaan. Jepara sendiri mengirimkan 60 siswa dari 14 SMK yang ada, seperti SMK N 1 Jepara yang mengirimkan 8 siswa. Pameran perakitan laptop ini di bagi enam kelompok yang masing-masing memiliki open space.

 

Mengusir Malas Sekolah

0 komentar

Hai guys, pernah nggak sih kalian ngrasain yang namanya males untuk masuk sekolah. Banyak alasan dibuat agar orang tua ngijinin kita agar nggak sekolah. Bahkan ada yang nekat berangkat sekolah tapi nggak nyampai sekolah (yang satu ini jangan ditiru ya…!!)
Dari pada kita melakukan hal yang bikin kita rugi lebih baik kita bikin sekolah nyaman yuk! Ingat sekolahku istanaku. Bikin sekolah jadi istana nggak susah kok, coba aja ikutin tips dari saya:
Kebersihan
Kebersihan pangkal kesehatan, so kalau kita mau sehat kita harus menjaga kebersihan, lagi pula kalau lingkungan sekolah kita bersih kita akan nyaman. Nggak usah susah-susah buat menjaga kebersihan. Kita mulai dari hal yang kecil yaitu “membuang sampah pada tempatnya” itu kan hal yang sangat sepele tapi banyak orang yang nggak nglakuinnya.


Ruang belajarmu
Pagi-pagi banget dan sampai dikelas tapi lihat kursi dan meja berserakan kayaknya niat belajarnya jadi ngedrop. Makanya kita tata kursi dan meja secara apik otomatis kita nyaman, ada disitu

Guru adalah sahabat
Percaya nggak percaya kalau kita sebel sama guru pasti mata pelajaran yang diampuh oleh guru tersebut nggak bisa dicerna di otak kita. Sebaliknya kalau kita anggap seorang guru adalah pacar eh sorry tapi sahabat kita lebih mudah untuk berkomunikasi.

Jangan anggap sekolah nakutin
Buang jauh anggapan sekolah nakutin, kalau kita banyak temen otomatis sekolah nggak akan nakutin lagi pula tujuan kita sekolah cari ilmu, kalau cari ilmu takut kapan Indonesia akan maju…?.
Nah mulai sekolah yang rajin yuk. Terutama yang masih dihinggapi ogah-ogahan

Ruang Aman Berburu Teman

0 komentar

Facebook memang bikin orang ketagihan. Kenapa website jejaringan social ini bikin banyak orang kecanduan? Sekilas, website ini mungkun kelihatannya sama dengan website jejaringan social lainnya. Tapi nyatanya tidak, ada yang beda di website ini.
Facebook beralamat di “facebook.com”. Hingga saat ini, facebook terus berkenbang dan menjaring banyak anggota. Ratusan juta orang dari seluruh dunia, kini indonesia masuk 3 besar terdaftar sebagai pengguna aktif facebook.


Konsep web sekarang ini melahirkan banyak website jejaringan social. Selain facebook, masih ada friendster, youtube, orkut, myspace dan nama-nam lain sebagai contohnya. Apa yang membedakan facebook dari yang lain?
Dari sisi anggota, facebook bisa di bilang lebih “dewasa”. Penghuninya kebanyakan orang-orang dengan identitas yang jelas. Bisa di lihat, tujuan mereka bergabung di facebook bukan sekedar mencari teman atau kenalan. Banyak yang memenfaatkan facebook untuk menjalin relasi dan mempromosikan bisnis.

Sejak 3 tahun lalu, website ini resmi membuka platformnya bagi semua pihak. Platform terbuka ini member kesempatan bagi para pengembang aplikasi untuk memperkenalkan aplikasi-aplikasi unik buatan mereka yang bisa di nikmati secara gratis oleh pengguna facebook.
Sekilas feature facebook!!!
Meski tampil dengan layout yang rapi dan bersih. Facebook menyediakan beragam fasilitas gaul bagi para penggunanya. Contoh yang paling mendasar adalah fasilitas email dan IM berbasis web. Selain itu, masih banyak fasilitas lain yang membuat proses “membunuh” waktu anda terasa singkat. Misalnya feature foto, video, dan wall untuk teman di halaman facebooknya

Kamis, 09 Desember 2010

Pesona Kartini Beach

0 komentar
Kota Jepara selain terkenal dengan kota yang begitu banyak ukir, ternyata juga mempunyai keindahan alam yang amat elok terutama dengan keindahan alam pantainya yaitu Pantai Kartini terletak di utara Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai yang terletak di pesisir pantai utara (pantura) Jawa ini merupakan tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Setiap musim liburan, pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Pantai Kartini letaknya sangat mudah dijangkau karena letaknya yang sangat berdekatan dengan terminal kota Jepara, dari terminal kita dapat berjalan kaki atau naik becak menuju pantai kartini.

Disana selain kita dapat menikmati indahnya pantai Kartini kita dapat juga menikmati indahnya lautan dengan naik perahu atau kapal motor menuju Pulau Panjang atau bahkan ke pulau Karimunjawa. Sementara disekitar pantai kartini kita dapat menikmati berbagai fasilitas dan hiburan untuk anak anak seperti kereta kelinci, mobil dan sepeda motor dengan ACCU untuk anak anak, dan juga berbagai macam souvenir khas kota Jepara. O iya di dalam pantai Kartini ada sebuah bangunan yang berbentu KURA KURA raksasa.
Apabila lapar, ndak usah khawatir, karena kita dapat menikmati sedapnya ikan bakar yang banyak dijual disekitar lokasi pantai Kartini.

Rabu, 10 November 2010

Apa Itu Cinta...?

0 komentar
CINTA adalah suatu keajaiban yang tumbuh dikalbu manusia.Tapi cinta kadang membuat diri tak berdaya.Namun,ada yang mengatakan cinta begitu indah.Keindahan cinta tiada kekal & abadi.Cinta membutuhkan ketulusan,kejujuran, & kesetiaan.Jika semua itu tidak ada maka hambar cinta itu.Dan perpisahanlah yang kan terjadi.cinta benar2 membuat orang gila,karena cinta selalu hadir tanpa diduga.Kasih sayang dalam cinta harus dipupuk supaya subur & bersemi serta menghasilkan buah yaitu "KEBAHAGIAAN".Ada kalanya orang menyebut cinta itu buta,tapi itu menurut orang yang merasakan cinta yang menyakitkan.Tapi memang hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga.Saat 2 insan terikat oleh cinta maka hatinya berbunga2.

Dimanapun kita berada kita selalu ingat pujaan hati kita itu.Misalnya di rumah, di taman,di masjid, di pasar kadang malahan di WCpun ingat akan cinta kita pada sang pujaan hati.Betapa anehnya kenapa kita selalu ingat meskipun di tempat yang tidak seharusnya.Berarti cinta datang & ada tidak terhalang oleh tempat yang kotor.Namun,dalam cinta tidak di butuhkan nafsu.Karna dengan adanya nafsu bisa menghancurkan cinta yang telah terbina.Cinta harus terjaga dari tangan jail yang akan menghancurkan & membinasakan cinta.Sehingga kita akan trauma untuk merasakan cinta lagi.

Jumat, 10 September 2010

Kreatifitas Siswa

0 komentar
Kreativitas yang dimiliki oleh manusia sejak dilahirkan ke dunia suatu yang wajar. Demikian juga dengan guru, karena kreatvitasnya itu maka seseorang dapat mengaktualkan dirinya. Di sini terutama dalam penggunaan media pembelajaran PKn, mengingat peranan guru yang sangat besar dalam pembentukan sikap dan mental serta pengembangan intelektualitas anak yang dimilikinya.

Nanda Sudjana ( 1987 : 20 ) mengatakan bahwa kreativitas ”merupakan cara atau usaha mempertinggi atau mengoptimalkan kegiatan belajar siswa dalam proses pembelajaran ”. Pengaruh yang diberikan oleh guru dalam pendekatannya dengan siswa bisa saja lebih besar dibandingkan dengan yang dimiliki oleh orang tuanya. Hal ini disebabkan oleh kesempatan untuk merangsang siswa dan kalau ingin menghambatnya lebih banyak dari orang tua siswa.
Penggunaan media oleh guru dalam proses pembelajaran, tentumya tidak terlepas dari bagaimana guru tersebut mengajar. Guru Pkn perlu memperhatikan pedoman datau falsafah dalam mengajar. Ini akan bermanfaat guna pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. Samion AR ( 2001 : 4 ) menyatakan bahwa :
Falsafah mengajar yang harus diperhatikan oleh guru dalam menumbuhkan kreativitas siswa adalah :
a. mengajar adalah sangat penting dan sangat menyenangkan
b. siswa patut dihargai dan disayangi sebagai pribadi yang unik
c. siswa hendaknya menjadi pelajar yang aktif
Dengan memperhatikan pendapat di atas dan melaksanakan secara optimal, maka guru dalam penggunaan media juga harus memperhatikan hal-hal tersebut. Media yang dipergunakan sebagai alat bantu dapat saja menjadi pendorong bagi anak didik. Mempermudah untuk memahami materi yang disajikan. Pendorong agar para guru mempunyai daya kreativitas tinggi tentunya berpengaruh dengan cita-cita. Cita-cita disini merupakan pusat dari bermacam-macam kebutuhan, artinya kebutuhan-kebutuhan biasanya dipusat di sekitar cita-cita itu.
Guru perlu mempunya cita-cita dalam perencanaan dan penggunaan media, karena cita-cita di sini mampu memposisikan energi psikis untuk belajar memanfaatkan media dan juga dalam penggunaan pendidikan. Dalam pencapaian cita-cita tersebut guru perlu melakukan langkah-langkah agar kreativitas siswa dan pembelajaran dapat berhasil guna.

Selasa, 10 November 2009

Berwisata Di Gelora Bumi Kartini

0 komentar
Biasanya kalau ingin menyenangkan hati dan sekedar untuk refreshing kita biasanya selalu mengunjungi tempat-tempat yang elok nan indah, misalnya pantai, air terjun, perbukitan dll. Tapi untuk saya dan teman-teman tempat tersebut sudah membosankan sekali. Meskipun di Jepara banyak sekali tempat wisata yang indah tapi yang paling saya sukai adalah pergi nonton tim sepak bola kebanggaan di Jepara yaitu Persijap Jepara yang mempunyai kandang di Stadiun Gelora Bumi Kartini.

Semestinya Stadiun adalah tempatnya orang bermain atau berlaga sepak bola dan tempatnya para supporter yang mendukung tim kesayangannya. Tapi bagi diri saya Stadiun tersebut selain sebagai tempat bertanding, stadium juga dapat dijadikan sebagai tempat untuk berekreasi dan refreshing bersama teman-teman. Setiap ada Persijap bertanding saya kerap kali untuk pergi nonton langsung ke Gelora Bumi Kartini Jepara. Pada Saat pertandingan dimulai saya dan kawan-kawan berjoget ria seiring alunan lagu penyemangat yang ditujukan pada tim persijap, jika terjadi gol itulah suasana yang paling mengasikkan sekali apalagi jika tim kesayangan menang dalam pertandingan itu… setelah pertandingan selesai saya selalu mencoba masuk ke tengah lapangan yang begitu luas dan melihat indahnya stadium Gelora Bumi Kartini. Suasana seperti itulah yang kita jadikan sebagai refreshing dan tempat wisata di Stadiun.